Jumat, 20 September 2013

Hidup Itu Pilihan, Tinggal Kamu Yang Memilih Ingin Bahagia Dengan Cara Bagaimana

Siapa sangka, berawal dari iseng dan ingin tahu, hari ini saya mengikuti GE Challenge Leadership Talking yang diadakan oleh pihak Karir Center ITB. Jujur gak pernah kebayang sama sekali isi acara yang saya ikuti pagi ini, yang berlokasi di gedung CC Timur ITB. Padahal, saat mendaftar kemarin, pendaftaran peserta sudah melebihi batas kuota yang semula hanya dikhususkan 200 seat. Tapi, yang namanya berusaha, walaupun waiting list, gak ada salahnya dicoba kan..? Pagi ini pun, setelah dikabarkan salah seorang rekan, nama saya tercantum sebagai salah satu peserta acara ini. Alhamdullilah.

Alhasil, jadilah saya mengikuti Leadership talking ini. Meskipun saya gak tau sama sekali siapa pembicaranya. Dan sekali lagi, saya mengucap syukur Alhamdulillah, ternyata saya tidak salah. Yang menjadi pembicaranya, adalah orang besar, CEO GE Company, Handry Satriago. Jujur, sebelum mengikuti acara ini, boro - boro saya mengetahui apa itu GE Company. Saya justru mendapat lebih, selain informasi baru, juga ilmu mengenai inovasi leadership, langsung dari seorang CEO GEO Company.

GE Company merupakan perusahaan gede yang bermarkas di Amerika Serikat. Wow. Tak hanya itu, saking gak puas, saya pun berselancar di internet tentang persoality beliau. Tau hasilnya apa? Namanya sudah familiar di dunia bisnis. Kompas dan Tempo pernah mewawancarainya sebagai CEO termuda.

Handry Satriago - CEO GE Company

Dari beliau gue sadar "hidup itu pilihan. Tinggal kita yang memilih caranya untuk bahagia." Beliau menceritakan juga pernah mengalami masa keterpurukan, terlebih lagi saat terkena kanker dan gak bisa berdiri lagi. Hidup seakan telah berakhir. Gak ingin sekolah dan mendekam di kamar. Lalu ia diajak bicara oleh ayahnya. Sekali lagi ayahnya mengatakan bahwa "kamua boleh gak sekolah dan diam saja. Namun, hidup itu pilihan. Tinggal kamu yang memilih caranya untuk bahagia. Kamu boleh diam dikamar, atau bangkit dan sekolah meraih mimpi kamu." Pak Handry pun memilih untuk bangkit keluar kamar, lalu sekolah menggunakan taksi. Alhasil, siapa sangka, meskipun ia menggunakan kursi roda, sekarang ia adalah seorang CEO dari GE COmpany. Apa jadinya ia, jika dulu memilih mendekam i kamar dan tidak bersekolah.

Selain itu, dari beliau saya sadar, inovasi itu datang dari hal terkecil orang di sekitar kita. Oleh karena itu sering seringlah bermain keluar. Jaring relasi lalu lakukan observasi serta ekperimen. Orang berhasil gak akan pernah berhasil tanpa melakukan eksperimen. Jadi, inovasi yang kita dapat, kudu diwujudkan dengan melakukan suatu eksperimen. Dari sanalah kita mengetahui kita berhasil apa tidak.

Sekali lagi, saya menguti dari twitter Pak Handry Satriago, RT @GEChallengeID: "Pandangan saya mengenai kepemimpinan: Anda adalah pemimpin sejati jika Anda sanggup mengembangkan orang lain." - Handry Satriago #GETalkID

Jadi, mulai sekarang, berinovasilah !